3. Analisa Jaringan Kerja (Perancangan Proyek Industri)
Analisa jaringan kerja
proyek adalah suatu sistem kontrol proyek yang berisi kegiatan tunggal,
kegiatan gabungan, kegiatan paralel, dan lintasan kritis. Terdapat beberapa
istilah yang digunakan dalam membangun jaringan kerja yaitu:
a. Kegiatan (Activity)
Untuk manajer proyek,
suatu kegiatan merupakan elemen dari proyek yang membutuhkan waktu pelaksanaan
(duration). Juga didefinisikan sebagai hal yang membutuhkan sejumlah
sumber ternaga, equipment, material, biaya dan sebagainya. Kegiatan
biasanya terdiri dari satu atau lebih tugas dari suatu paket kerja. Deskripsi
dari kegiatan seharusnya menggunakan format kata kerja/ kata benda: sebagai
contoh, pembuatan fondasi.
b. Kegiatan Memusat (Merge Activity)
Beberapa kegiatan yang
berbeda lalu dilanjutkan dengan kegiatan yang sama sehingga disebut kegiatan
memusat (lebih dari satu kaitan aliran panah).
c. Kegiatan paralel (Parallel Activity)
Ini adalah kegiatan yang
dikerjakan pada waktu yang bersamaan.
d. Alur (Path)
Alur merupakan suatu
urutan koneksi, kegiatan yang terkait.
e. Alur kritis (Critical
Path)
Ini berarti alur
terpanjang yang terdapat pada jaringan. Jika terdapat suatu kegiatan yang
tertunda (delay) pada alur, maka proyek juga akan tertunda pada waktu
yang sama.
f.
Kegiatan (Event)
Istilah ini berupa suatu
titik dan digunakan ketika sebuah kegiatan diimulai atau selesai. Jadi tidak
membutuhkan waktu.
g. Kegiatan memencar (Burst Activity)
Kegiatan ini memiliki lebih dari satu
kegiatan yang secara bersamaan mengikutinya (lebih dari satu panah yang terkait
mengikutinya).
Analisa jaringan kerja berguna dalam mengkoordinir
semua unsur proyek ke dalam suatu rencana utama (master plan) dengan
menerapkan suatu metode kerja untuk melengkapi proyek sehingga diperoleh:
a. Waktu terbaik untuk
pelaksanaan kegiatan (best time).
b. Pengurangan/ penekanan
ongkos/ biaya (least cost).
c. Pengurangan risiko (least
risk).
d. Mempelajari
alternatif-alternatif yang terdapat di dalam dan di luar proyek.
e. Untuk mendapatkan atau
mengembangkan schedule (jadwal yang optimal).
f.
Penggunaan sumber-sumber (resources) secara efektif
dan efisien.
g. Alat komunikasi antar
pemimpim.
h. Pengawasan pembangunan
proyek.
Memudahkan revisi atau perbaikan terhadap
penyimpangan yang terjadi.
https://terapanstatistik.blogspot.com/2019/03/1-analisa-perencanaan-proyek.html
https://terapanstatistik.blogspot.com/2019/03/2-jaringan-kerja-perancangan-proyek.html
https://terapanstatistik.blogspot.com/2019/03/4-teknik-teknik-analisa-jaringan-kerja.html
https://terapanstatistik.blogspot.com/2019/03/5-elemen-jaringan-kerja-perancangan.html
https://terapanstatistik.blogspot.com/2019/03/6-identifikasi-kegiatan-kritis.html
https://terapanstatistik.blogspot.com/2019/03/1-analisa-perencanaan-proyek.html
https://terapanstatistik.blogspot.com/2019/03/2-jaringan-kerja-perancangan-proyek.html
https://terapanstatistik.blogspot.com/2019/03/4-teknik-teknik-analisa-jaringan-kerja.html
https://terapanstatistik.blogspot.com/2019/03/5-elemen-jaringan-kerja-perancangan.html
https://terapanstatistik.blogspot.com/2019/03/6-identifikasi-kegiatan-kritis.html
Komentar
Posting Komentar